TANJUNG REDEB – Keterbatasan bukan halangan untuk berinovasi. Berangkat dari keprihatinan melihat penumpukan sampah rumah tangga di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang lambat terangkut, tiga siswa SMK Negeri 2 Berau sukses menciptakan cetak biru solusi digital. Lewat rancang dasar aplikasi berbasis Android bernama “Sampah.Go”, M. Ridho, M. Fahmi, dan Hartika dari kelas XIII Teknik Mekatronika (TMK) berhasil menyabet gelar Juara Harapan 1 pada Kompetisi Inovasi Daerah (KID) Kabupaten Berau 2026.
Kompetisi yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Berau ini menjadi panggung bagi para inovator muda Bumi Batiwakkal untuk memamerkan ide-ide segar. Tim SMKN 2 Berau berhasil mencuri perhatian dewan juri karena langsung membidik akar masalah tata kelola sampah domestik perkotaan.
Jembatan Digital Antara Warga, TPS, dan Petugas TPA
Aplikasi Android Sampah.Go lahir dari ide spontan ketika melihat ketidaksinkronan jadwal pembuangan sampah warga dengan armada pengangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui aplikasi yang saat ini masih berupa prototype (rancang dasar) tersebut, tim mekatronika ini menyusun arsitektur sistem yang mencakup tiga fungsi utama:
- Peta Digital Kapasitas TPS: Fitur yang dirancang agar masyarakat bisa memantau kondisi volume TPS terdekat sebelum keluar rumah, sehingga mereka dapat memilih TPS alternatif yang masih kosong dan mencegah sampah meluber ke jalan.
- Informasi Ritme Angkutan TPA: Memberikan estimasi waktu kapan petugas kebersihan akan mengangkut sampah di TPS tersebut menuju TPA.
- Panduan Pemilahan Sampah Elektronik: Edukasi berbasis sistem terintegrasi untuk membantu warga memilah sampah rumah tangga mereka berdasarkan jenisnya (organik dan anorganik) secara mandiri.
Potensi Besar untuk Dikembangkan Lebih Lanjut
Dewan juri KID Berau 2026 memberikan apresiasi tinggi terhadap rancang dasar Sampah.Go. Walau masih dalam tahap pengembangan awal, logika sistem dan kegunaan aplikasi ini dinilai sangat aplikatif jika nantinya dikolaborasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau untuk diaplikasikan secara massal.
Pihak SMK Negeri 2 Berau mengaku sangat bangga atas pencapaian ini. Keberhasilan Ridho, Fahmi, dan Hartika membuktikan bahwa siswa jurusan Teknik Mekatronika tidak hanya cakap dalam urusan mesin dan komponen elektronik, melainkan juga andal dalam merancang perangkat lunak (software) yang berorientasi pada penyelesaian masalah lingkungan hidup di masyarakat.



Tinggalkan Balasan