Tanjung Redeb, Berau – Merespons kualitas udara yang terus menurun akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Berau resmi menerapkan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) secara online mulai Senin, 24 Agustus 2026. Kebijakan tanggap darurat ini diambil guna meminimalkan dampak buruk polusi asap terhadap kesehatan seluruh warga sekolah.
Langkah SMKN 2 Berau didasarkan langsung pada Surat Edaran Bupati Berau Nomor 610 Tahun 2026 tentang Kesiapsiagaan terhadap Siaga Darurat Karhutla di Kabupaten Berau. Dalam instruksi tersebut, Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas, M.Pd, mewajibkan seluruh siswa di Kabupaten Berau untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh selama dua hari, terhitung dari tanggal 24 dan 26 Agustus 2026.
Kepala SMKN 2 Berau Ibu Sutini, S. Si, M.P menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan infrastruktur digital agar pemindahan ruang belajar ke platform online berjalan tanpa kendala teknis berarti. Siswa tetap wajib mengikuti jadwal mata pelajaran dari rumah menggunakan platform pembelajaran digital (LMS) serta grup koordinasi daring yang dipantau langsung oleh para guru produktif maupun adaptif-normatif.
Meskipun murid belajar secara penuh dari rumah, operasional mendasar sekolah dan koordinasi internal guru tetap berjalan melalui sistem piket terbatas di sekolah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, termasuk kewajiban menggunakan masker.
Pihak Dinas Pendidikan bersama instansi terkait akan terus mengevaluasi kondisi sebaran titik panas (hotspot) dan kepekatan kabut asap secara berkala. Jika kualitas udara di wilayah Kabupaten Berau membaik pasca-26 Agustus 2026, maka aktivitas pembelajaran tatap muka di SMKN 2 Berau direncanakan akan bertahap dibuka kembali dengan tetap memperhatikan rekomendasi otoritas kesehatan setempat.


Tinggalkan Balasan